Ini Dia Langkah Tepat Cara Berhenti Donasi UNICEF


Mungkin saja kata kunci Cara Berhenti Donasi UNICEF ini seringkali diketik. Yakni guna mengetahui bagaimana langkah tepat mengundurkan diri sebagai donaturi pada lembaga amal dunia ini. Nah, Anda telah ada di laman yang tepat, meski terkesan aneh, nyatanya banyak sekali record berkaitan dengan kata kunci ini.

Saat menjadi bagian dari lembaga United Nations Children's Fund, ini tentunya juga telah ada aturan untuk gabung dan mundur. Lembaga yang disebut-sebut menaungi jutaan anak di berbagai negara dunia ini cukup melejit. Konon, lembaga ini bergerak atas dasar kemanusiaan, yang mana sumber dananya didapat dari berbagai sumbangan.

Tujuan utama lembaga ini ialah, menjamin masa depan anak- anak di seluruh dunia agar lebih baik. Termasuk juga di Indonesia, mengingat sudah sekitar 61 tahun mengabdi di Nusantara. Meski Anda telah terdaftar menjadi donaturnya, Anda tetap bisa mundur, ko!
 


Cara berhenti donasi Unicef dengan cepat dan mudah


Bergerak atas dasar kemanusiaan lembaga amal ini mengawali debutnya. Lembaga ini juga ber-tagname organisasinya anak-anak dunia. Kiprahnya di Indonesia sendiri-pun telah mencapai lebih dari enam dekade. Yang mana fokus bermula saat membantu korban kelaparan di Pulau Lombok.


Tak berhenti disitu, mereka juga bekerja di seluruh dunia untuk ikut menanggulangi pelbagai permasalahan. Yakni, kemiskinan, epidemi penyakit, kekerasan, hingga masalah diskriminasi. Organisasi ini sendiri didirikan pada tanggal 11 Desember tahun 1946. Yang mana memiliki markas di New York, AS.
Dulunya lembaga ini juga mengandalkan bantuan dari lebih 7000 orang yang bekerja di lebih dari 150 negara. Tentunya, jumlah sumbangan ini bernilai cukup besar ya. Terlepas dari itu, ini dia cara berhenti donasi UNICEF dengan mudah dan cepat, yuk simak!
 

1. Pastikan dulu jika Anda telah menjadi member atau donatur resmi dari lembaga amal ini

2. Anda bisa menghubungi pihak layanan call center donatur di nomor berikut ini (021) 8066 2100. Kemudian, Anda akan dipandu menuju langkah-langkah selanjutnya
 

3. Tak hanya  melalui Call Center, Anda bisa juga mengajukan perihal pengunduran diri Anda sebagai donatur lembaga amal ini. Yakni  melalui Email yang beralamat di; ids.donorlove@unicef.org ,Jangan lupa menuliskan subyek permohonan berhenti sebagai penyumbang rutin
 

Ada baiknya prosedur tersebut dilakukan saat berlaku jam operasional customer service. Yaitu dengan jadwal , Senin hingga Jumat. Sementara untuk waktunya ialah, Mulai dari pukul 9 pagi hingga jam 5 sore. Jika memungkinkan, Anda bisa juga langsung menuju ke kantor pusat lembaga ini, dengan alamat sebagai berikut:
 

World Trade Center 6, Lantai ke-10, Jln. Jenderal Sudirman Kav. 31 Jakarta , kode pos 12920, Indonesia.
Meski tak pernah mematok besarnya sumbangan, namun banyak pula laporan terkait potongan langsung yang didapatkan setiap bulannya. Bukan perkara mampu atau tidak, seringkali keluhan datang saat semua kebutuhan berjalan berbarengan. Sehingga, kerap dijadikan alasan untuk mundur dari lembaga amal ini.
 

Lebih lanjut menjadi donatur adalah suatu pilihan. Namun, dalam beberapa kasus seringkali harus membuat kita mundur. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan jika suatu hari Anda ingin bergabung lagi. Caranya juga mudah dan jelas, cukup klik laman resminya. Dan disana telah tertera panduan mudah menjadi bagian dari lembaga amal anak dunia ini.
 

Nah, semoga ulasan cara berhenti donasi UNICEF ini mampu membantu serta memberikan referensi terkait permohonan mundur sebagai donatur resmi lembaga ini. Anda bisa langsung mempraktikannya ya!

Ini Dia Langkah Tepat Cara Berhenti Donasi UNICEF Reviewed by Mohamad Ilfat Bariki on 10/23/2019 Rating: 5

Tidak ada komentar:

CPNS 2018

[cpns]

Breaking News

[Breaking News]

Kisah Sukses

[Inspirasi]

Seputar Coding

[Coding]

Review

[Review]

Blooging

[Blooging]

SEO

[SEO]

Kesehatan

[Health]

Career

[Karir]

Travelling

[Travelling]

Networking

[Materi IT]

Bisnis Online

[Bisnis Online]

Tips dan Trick

[Tips dan trick]

Software

[Software]

Game

[Game]

Kisah Sukses

[inspirasi]
Diberdayakan oleh Blogger.
close